Menerapkan sistem drainase lapangan olahraga berarti melakukan berbagai proses, mulai dari tahap perencanaan sampai uji coba. Tujuannya untuk menghindari berbagai masalah seperti genangan yang berpotensi merusak struktur lapangan dan mengganggu aktivitas bermain.
Selain itu, merancang sistem drainase secara profesional bukan sekadar mempercepat ketersediaan lapangan pasca hujan, tapi mengurangi biaya perawatan serta memperpanjang usia pakai lapangan olahraga. Lalu, seperti apa tahapan-tahapan dalam pembangunan sistem drainase tersebut? Berikut ini pembahasan selengkapnya!
Fungsi Drainase dalam Pembangunan Lapangan Olahraga

Source: Pixabay
Sistem drainase lapangan olahraga mempunyai beberapa fungsi yang sangat menunjang keamanan dan kenyamanan para pemain saat berolahraga. Berikut ini penjelasannya.
1. Mengalirkan Air Permukaan dan Mencegah Genangan
Fungsi utama drainase pada lapangan olahraga adalah mengalirkan air hujan agar tidak menggenang. Sebab, genangan air bisa mengakibatkan lapangan licin dan berpotensi meningkatkan risiko cedera.
Melalui kemiringan yang sesuai dengan dukungan drainase bawah tanah, air bisa segera mengalir menuju saluran pembuatan atau titik resapan. Dengan begitu, lapangan cepat kering dan intensitas penggunaan meningkat tanpa perlu menunggu waktu lama.
2. Menjaga Struktur Lapangan agar Stabil
Air yang tertahan dalam lapisan tanah bisa melemahkan struktur lapangan, khususnya di lapisan subgrade dan sub-base. Oleh karena itu, perlu adanya drainase yang dapat menjaga stabilitas lapisan-lapisan tersebut dengan cara mengontrol kadar air dalam tanah.
Tanpa sistem drainase yang baik, tanah akan menjadi lunak, mengalami penurunan, hingga bahkan bergelombang. Kondisi tersebut sangatlah berbahaya dan memerlukan konstruksi renovasi dan maintenance yang tepat.
3. Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pemain
Lapangan yang memiliki sistem drainase bagus dapat menghasilkan permukaan yang kering, rata, dan konsisten. Ini sangat penting agar keselamatan pemain terjaga. Permukaan lapangan yang terlalu basah berpotensi meningkatkan risiko terpeleset, salah pijakan, hingga bahkan cedera sendi dan otot.
4. Memperpanjang Usia Pakai Lapangan
Fungsi lainnya dari penerapan sistem drainase lapangan olahraga yang baik adalah memperpanjang usia pakai. Air berlebih yang dibiarkan mengendap bisa merusak rumput alami, membuat perekat rumput sintetis melemah, dan mempercepat terjadinya degradasi material lapisan dasar.
Penerapan sistem yang efektif membantu kondisi material tetap kering. Pada akhirnya, lapangan tidak mudah rusak dan interval renovasi bisa lebih panjang.
5. Menjaga Ketersediaan Lapangan
Lapangan olahraga yang kerap tergenang berpotensi mengalami downtime tinggi karena tidak dapat digunakan. Sistem drainase berperan memastikan konstruksi infrastruktur lapangan olahraga selalu siap pakai pada kondisi apa pun. Ini sangat krusial bagi pengelola lapangan komersial, klub olahraga, sekolah, atau fasilitas publik yang memiliki jadwal penggunaan padat.
Aspek Pertimbangan Pemasangan Drainase

Source: Pixabay
Terdapat beberapa aspek yang harus Anda pertimbangkan sebelum melakukan pemasangan sistem drainase lapangan olahraga, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Kondisi tanah dan permeabilitas: Lakukan uji filtrasi agar bisa menentukan penggunaan drainase subsurface dan intensitas pemasangan pipa.
- Topografi dan kemiringan lapangan: Drainase permukaan menyesuaikan kemiringan atau grade lapangan agar bisa mengarahkan air menuju saluran pembuangan.
- Iklim dan pola tujuan setempat: Intensitas dan frekuensi hujan dapat menentukan kapasitas drainase yang diperlukan.
- Jenis permukaan: Rumput alami (soil-based atau sand-based) dan turf sintetis mempunyai kebutuhan drainase yang tidak sama, di mana subsurface sering kali harus diterapkan pada turf sintetis.
- Ketersediaan titik pembuangan: Kapasitas dan lokasi saluran pembuangan maupun titik resapan harus mengarah ke drainase jaringan pipa.
Tidak kalah penting, pertimbangkan biaya hidup atau life-cycle cost. Umumnya, investasi awal untuk menerapkan sistem drainase lapangan olahraga berkualitas lebih murah daripada perbaikan secara berkala akibat masalah seperti genangan atau kerusakan struktur lapangan. Oleh karena itu, Anda harus memilih kontraktor berpengalaman untuk penanganannya guna meminimalisir biaya kerusakan di masa depan.
Jenis-jenis Sistem Drainase dalam Lapangan Olahraga
Secara garis besar, terdapat jenis-jenis drainase dalam lapangan olahraga, yang mana semuanya mempunyai karakteristik untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lapangan. Berikut ini penjelasannya.
- Drainase permukaan (surface drainage): Mengandalkan kemiringan dengan talang permukaan untuk bisa mengalirkan air. Sering dipadukan dengan selokan pinggir lapangan. Cocok Anda terapkan pada area yang mempunyai permeabilitas baik serta intensitas hujan yang relatif ringan.
- Drainase celah (slit drainage): Potongan sempit (slit) pada permukaan yang membuat air cepat masuk ke lapisan dasar. Pemilihan sistem drainase ini cocok untuk recount retrofit di lapangan alami.
- Drainase pipa terbenam (perforated pipe/sub-surface drainage): Jaringan pipa yang berlubang diletakkan di lapisan gravel/kerikil agar air dapat mengalir ke outlet. Jenis ini cocok sebagai solusi water table tinggi dan lapangan dengan penggunaan intensif.
- Sistem lapangan berpasir (sand-based construction): Sistem drainase melalui root zone yang dibangun dengan pasir permeabel di atas lapisan berkerikil dan pipa drainase. Opsi yang dapat menjadi solusi standar untuk stadion maupun lapangan dengan kinerja tinggi.
Pemilihan jenis sistem drainase biasanya kombinasi dari beberapa metode di atas. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan tujuan pembangunan.
Tahapan Pemasangan Drainase Lapangan Olahraga
Cara pemasangan drainase lapangan olahraga harus melalui beberapa tahapan sistematis. Berikut ini tahapannya.
- Survei dan investigasi tanah: Lakukan uji infiltrasi, ukur level air tanah, dan petakan topografi lahan.
- Desain sistem: Tentukan kemiringan, titik outlet, layout pipa (jarak antar garis pipa), dan spesifikasi material (tipe kerikil, diameter pipa, dan geotextile).
- Persiapan fondasi dan penggalian: Pada tahap ini, lapisan organik atau lempung yang tidak sesuai harus dibuang. Kemudian, isi lapisan dengan agregat berdrainase baik dan buatlah saluran pipa.
- Pemasangan pipa dan lapisan kerikil: Pipa perforated perlu dipasang di bed agregat, lalu beri lapisan geotextile untuk mencegah penyumbatan dari partikel halus.
- Penempatan lapisan base/rootzone: Untuk jenis drainase sand-based system, gunakan root zone yang sudah dikurasi. Sementara untuk turf sintetis, pasang base stone yang sesuai dengan standar permeabilitas dan uji.
- Uji fungsi dan finishing: Lakukan uji aliran (flow test) dengan periksa outlet dan integritas geotextile. Kemudian, lakukan final grading dan pemasangan permukaan sintetis turf establishment.
Sudah Paham Sistem Drainase Lapangan Olahraga?
Jadi, memahami apa itu sistem drainase lapangan olahraga, jenis, dan tahapan pemasangannya sangat penting untuk mendapatkan konstruksi lapangan olahraga yang andal. Dengan perencanaan dan penerapan yang sesuai, Anda bisa mengurangi downtime, biaya perawatan, serta memastikan pengalaman bermain yang lebih aman.
Jika Anda membutuhkan layanan perencanaan, pembangunan, dan renovasi sistem drainase lapangan olahraga sepak bola, futsal, voli, basket, atau fasilitas olahraga lainnya, Anda bisa bekerja sama dengan bangunlapangan.com. Kami adalah salah satu penyedia jasa konstruksi dan pembangunan lapangan olahraga terbaik di Indonesia.
Bangun Lapangan siap memberi layanan menyeluruh, mulai dari survei, perencanaan teknis, desain drainase, struktur dasar, sampai pembangunan akhir beserta pemeliharaan pasca konstruksi. Tim Bangun Lapangan sangat berpengalaman dalam menerapkan sistem drainase lapangan olahraga sesuai standar internasional.
Bersama kami, Anda bisa membuat lapangan siap pakai dengan lebih cepat dan punya umur layanan yang lebih lama. Untuk konsultasi dan penawaran, Anda bisa langsung hubungi kami di layanan Whatsapp yang tersedia.


