Di tengah meningkatnya kebutuhan lapangan padel untuk sekolah, kampus, GOR, hingga fasilitas publik daerah, kesalahan pembangunan lapangan padel rawan muncul akibat perencanaan teknis yang buruk. Jika hal tersebut terjadi, lapangan menjadi tidak layak pakai hingga akhirnya mengancam keberlangsungan bisnis jangka panjang.
Artikel ini akan mengulas beberapa kesalahan dalam membangun lapangan padel yang sering terjadi sekaligus solusi teknis yang dapat Anda terapkan. Dengan pendekatan yang tepat, proyek lapangan padel dapat memenuhi standar, efisien secara anggaran, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
10 Kesalahan Pembangunan Lapangan Padel
Cara membuat lapangan padel membutuhkan perencanaan yang matang; mulai dari pemilihan material sesuai standar, perancangan struktur bangunan, aspek keselamatan pengguna, hingga strategi perawatan yang tepat; agar terhindar dari berbagai kesalahan berikut.
1. Tidak Mematuhi Standar Internasional
Kesalahan dalam konstruksi lapangan padel yang paling mendasar adalah tidak memahami atau mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Federación Internacional de Pádel (FIP).
Berdasarkan standar FIP, lapangan padel resmi memiliki panjang 20 meter dan lebar 10 meter dengan bentuk persegi panjang. Lapangan terbagi secara simetris oleh garis tengah sehingga menciptakan dua area permainan yang identik.
Kemudian, zona servisnya memiliki ukuran sekitar 3 meter, dengan tinggi dinding belakang berukuran 3 meter dan tinggi dinding samping berukuran 3 meter di bagian depan dan 4 meter di bagian belakang. Sementara jarak antara garis tengah ke dinding adalah 10 meter dengan total luas area bermain sekitar 200 m².
Ukuran tersebut wajib digunakan untuk lapangan pertandingan resmi. Sedangkan lapangan komersial atau pribadi memiliki toleransi penyimpangan ukuran maksimal ±0,5 meter.
Selain dimensi, permukaan lapangan harus rata sempurna dan tidak licin. Sistem akses keluar juga perlu Anda perhatikan, dengan ketentuan minimal dua pintu di setiap sisi lapangan. Lebar pintu berkisar antara 1,05 hingga 1,20 meter dan berfungsi untuk menjaga keselamatan serta memudahkan pergantian pemain.
2. Pemilihan Material yang Tidak Sesuai
Kesalahan pembangunan lapangan padel selanjutnya adalah penggunaan material yang kurang sesuai. Dalam banyak kasus, proses pembangunan yang terburu-buru membuat pelaku usaha memilih material lapangan padel seadanya tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Sebaiknya, gunakan material yang tahan aus, bersifat anti selip, fleksibel, dan memiliki daya tahan tinggi. Misalnya, untuk permukaan lapangan, material yang Anda gunakan harus memiliki daya rekat yang kuat, tahan terhadap paparan sinar UV, memiliki ketahanan aus yang baik, serta mampu mendukung sistem drainase secara optimal.
Pemilihan material berkualitas tidak hanya memperpanjang usia pakai lapangan, tetapi juga meningkatkan keamanan pemain dengan mengurangi risiko cedera serta memberikan kenyamanan maksimal saat bermain.
3. Pencahayaan yang Tidak Memadai
Kesalahan pembangunan lapangan padel juga seringkali terjadi pada sistem pencahayaan yang kurang optimal, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pemain, terutama saat digunakan pada malam hari. Lapangan padel sebaiknya menggunakan lampu LED dengan pencahayaan minimal 500 lux, daya sekitar 200–400 watt, dan berjumlah 8–12 unit per lapangan.
Untuk turnamen resmi, standar pencahayaan yang dibutuhkan lebih tinggi, yaitu sekitar 750 lux, guna memastikan area permainan tetap terang dan visibilitas pemain terjaga dengan baik. Selain itu, warna cahaya sebaiknya bersifat netral dengan suhu warna ideal antara 4.000 K hingga 5.000 K agar terlihat alami dan nyaman di mata.
Dengan pemasangan lampu pada ketinggian 6–8 meter di setiap sudut lapangan, distribusi cahaya dapat merata ke seluruh area bermain sehingga bola terlihat jelas tanpa menimbulkan silau berlebihan.
4. Sistem Drainase yang Buruk
Lapangan olahraga yang tidak mempunyai sistem drainase sangat rentan mengalami genangan air. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada rumput sintetis serta membuat permukaan lapangan menjadi licin dan berbahaya.
Untuk menghindari kesalahan pembangunan lapangan padel tersebut, perhatikan kemiringan permukaan lapangan sekitar 1–2% yang mengarah ke saluran pembuangan air. Pastikan pula proses pengecoran dilakukan dengan tepat, salah satunya dengan menggunakan beton berpori yang menyerap dan mengalirkan air melalui permukaan.
Area pengecoran sebaiknya Anda buat lebih luas dari ukuran standar lapangan padel agar aliran air dapat mengarah ke area luar dan tidak menimbulkan genangan. Umumnya, luas pengecoran tambahan dibuat minimal 11 × 21 meter, atau dapat disesuaikan lebih besar tergantung pada desain dan kondisi struktur di sekitarnya.
5. Pemasangan Struktur Baja yang Kurang Presisi
Kesalahan dalam membangun lapangan padel lainnya adalah pemasangan struktur baja yang tidak presisi. Hal ini umumnya terjadi karena proyek dikerjakan oleh kontraktor yang kurang profesional serta proses pengerjaan yang terburu-buru, sehingga berpotensi menimbulkan getaran saat lapangan digunakan.
Kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan dan membahayakan keselamatan pemain, terutama untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, biaya perbaikan konstruksi berisiko meningkat karena pemasangan tidak dilakukan berdasarkan perhitungan teknis yang matang.
6. Pengerjaan Tanpa Desain yang Fleksibel
Dalam pembangunan lapangan olahraga seperti padel, penggunaan desain yang fleksibel dan proporsional sangatlah penting. Desain yang tepat dengan tata letak sesuai standar internasional mampu meningkatkan kenyamanan bermain dan mendukung pergerakan pemain secara optimal.
Oleh karena itu, pastikan perhitungan jarak antar elemen lapangan dilakukan dengan akurat agar aksesibilitas dan kenyamanan pemain tetap terjaga. Untuk hasil yang maksimal, Anda dapat memanfaatkan jasa profesional guna membantu perencanaan dan penghitungan desain yang proporsional sesuai kondisi lapangan.
7. Pemasangan Pagar dan Dinding yang Tidak Aman
Kesalahan pembangunan lapangan padel juga seringkali terjadi pada aspek pemasangan pagar dan dinding. Pemilihan material yang tidak sesuai standar, ditambah dengan proses pemasangan yang asal-asalan, dapat menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang dan membahayakan keselamatan pemain.
Pada dinding kaca, sebaiknya gunakan material yang tahan benturan dan tidak mudah pecah, seperti kaca tempered dengan ketebalan 10-12 mm. Harga material ini umumnya berkisar antara Rp1.500.000,00 hingga Rp2.500.000,00 per meter persegi.
Sementara itu, pagar sebaiknya menggunakan baja galvanis yang tahan karat dan cuaca ekstrem agar memiliki daya tahan optimal, dengan estimasi biaya sekitar Rp400.000,00 hingga Rp800.000,00 per meter persegi. Selain pemilihan bahan, pastikan proses pemasangan dilakukan secara presisi dan sesuai standar teknis.
8. Tidak Memperhatikan Permukaan Lapangan
Pembangunan lapangan padel tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga harus memperhatikan kualitas permukaan yang menjadi area utama aktivitas pemain. Anda bisa memilih material plexipave sebagai lapisan permukaan berbasis campuran resin akrilik atau polimer berkualitas tinggi yang cocok untuk outdoor maupun indoor.
Material tersebut memiliki keunggulan berupa daya rekat yang kuat, ketahanan terhadap sinar UV, serta warna yang lebih awet. Namun, ada alternatif lainnya berupa pasir halus atau granulat karet yang mampu memberikan tekstur yang baik, ketahanan terhadap aus, serta sistem drainase yang optimal.
Untuk lapangan dengan rumput sintetis, sebaiknya gunakan material khusus berbahan polyethylene dengan tinggi serat sekitar 10–15 mm. Jenis rumput ini memiliki daya cengkram yang baik, lebih awet, serta teksturnya lebih lembut sehingga cocok untuk flooring lapangan. Estimasi biayanya berkisar antara Rp200.000,00 hingga Rp400.000,00 per meter persegi.
9. Mengabaikan Perizinan
Salah satu aspek krusial dalam pembangunan lapangan padel, terutama di kawasan perkotaan, adalah kelengkapan perizinan. Beberapa dokumen yang perlu Anda penuhi adalah sebagai berikut.
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah setempat.
- Izin pemanfaatan ruang.
- Dokumen UKL–UPL sebagai rencana pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan hidup yang diwajibkan di sejumlah daerah.
10. Kurangnya Perawatan
Kesalahan dalam pembuatan lapangan padel yang juga harus Anda hindari adalah minimnya perawatan jangka panjang. Lapangan yang tidak terawat tidak hanya menurunkan potensi pendapatan bisnis, tetapi juga berisiko meningkatkan biaya operasional dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, lakukan perawatan rutin pada seluruh area lapangan dengan metode tepat dan didukung oleh jasa profesional, supaya memberikan manfaat optimal bagi pemain maupun bisnis secara keseluruhan.
Yuk, Minimalisir Kesalahan Pembangunan Lapangan Padel!
Pada intinya, perencanaan dan perhitungan yang matang, disertai penanganan oleh kontraktor profesional dapat meminimalisir kesalahan pembangunan lapangan padel yang berpengaruh langsung pada keberlanjutan bisnis padel jangka panjang. Dengan begitu, Anda bisa membangun investasi dengan tetap memperhatikan cara merawat lapangan padel.
Jika Anda tertarik memulai bisnis lapangan padel dengan konstruksi yang sesuai standar dan penanganan profesional, Anda dapat menggunakan jasa Bangunlapangan.com. Kami berpengalaman dalam konstruksi dan pembangunan berbagai jenis lapangan olahraga, serta siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga renovasi.
Dengan dukungan tim ahli dan penggunaan material berkualitas, Bangun Lapangan berkomitmen menghadirkan lapangan padel yang aman, fungsional, dan tahan lama. Segera hubungi kami untuk konsultasi gratis dan temukan solusi terbaik bagi investasi lapangan padel Anda!


