Badminton adalah olahraga yang sangat populer di Indonesia. Dari ajang rekreasi hingga turnamen internasional, kualitas lapangan memainkan peran besar dalam mendukung performa atlet. Namun, membangun stadion badminton bukan sekadar menggambar garis di lantai. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari struktur sipil, desain arsitektur, hingga pemilihan material yang sesuai standar.
Artikel ini membahas secara lengkap apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembangunan stadion badminton—dari perencanaan awal hingga detail teknis konstruksi.
Ukuran & Standar Lapangan Badminton
Sebelum melangkah ke tahap desain stadion, penting memahami ukuran resmi lapangan badminton. Aturan ini ditetapkan oleh Badminton World Federation (BWF) agar setiap pertandingan berlangsung adil dan konsisten.
- Panjang lapangan: 13,40 meter
- Lebar lapangan ganda: 6,10 meter
- Lebar lapangan tunggal: 5,18 meter
- Tinggi net: 1,55 meter di tiang, 1,52 meter di tengah
- Area bebas di atas lapangan: minimal 7,5 meter untuk menghindari gangguan bola kok.
Selain itu, ruang kosong di sekeliling lapangan juga wajib disediakan. Minimal 2 meter di sisi samping dan belakang, sehingga pemain dapat bergerak bebas.
Perencanaan Arsitektur Stadion
Bangunan stadion badminton tidak hanya difokuskan pada arena pertandingan, tetapi juga pengalaman penonton, ofisial, dan atlet. Berikut elemen arsitektur yang umumnya dirancang:
- Zona Arena Utama
Lapangan diletakkan di tengah dengan sistem lantai khusus. Biasanya stadion skala besar menampung 4–6 lapangan sekaligus. - Tribun Penonton
Dirancang bertingkat agar seluruh penonton memiliki pandangan yang jelas ke lapangan. Struktur tribun umumnya terbuat dari beton bertulang. - Ruang Pendukung
Meliputi ruang ganti atlet, ruang media, ruang wasit, area VIP, hingga ruang medis. - Sirkulasi dan Aksesibilitas
Stadion badminton modern wajib memiliki akses keluar-masuk yang efisien serta ramah disabilitas. - Konsep Estetika
Desain fasad bisa mengadopsi elemen modern seperti kombinasi kaca dan baja ringan, atau mengedepankan konsep hijau dengan ventilasi alami.
Struktur Sipil dan Konstruksi

Dari sudut pandang teknik sipil, ada beberapa komponen penting dalam pembangunan stadion badminton:
a. Pondasi
Jenis pondasi dipilih berdasarkan kondisi tanah. Stadion berkapasitas besar sering memakai pondasi tiang pancang agar struktur tetap kokoh.
b. Struktur Atap
Badminton menuntut pencahayaan buatan, bukan cahaya matahari langsung. Karena itu, atap harus tertutup rapat. Rangka baja bentang lebar (long span truss) sering dipilih karena dapat menutup area luas tanpa tiang tengah yang mengganggu.
c. Lantai Lapangan
Lantai merupakan bagian krusial. Lapisan bawah dibuat dari beton yang rata dan kuat. Lapisan atas biasanya memakai material vinyl sport, PVC, atau kayu maple yang elastis dan nyaman untuk pijakan.
d. Tribun Penonton
Konstruksi tribun dibuat dengan beton bertulang bertingkat, memastikan visibilitas tetap baik dari berbagai sudut.
Pencahayaan & Ventilasi
Pencahayaan yang buruk bisa memengaruhi kualitas pertandingan. Oleh sebab itu:
- Intensitas cahaya: 750 – 1000 lux.
- Jenis lampu: LED khusus olahraga dengan distribusi cahaya merata.
- Pemasangan: Lampu ditempatkan di sudut-sudut atap dengan sudut yang tidak menyilaukan pemain.
Ventilasi pun tak kalah penting. Banyak stadion modern dilengkapi sistem HVAC untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil serta mengatur kelembapan udara.
Aspek Keselamatan
Keselamatan penonton dan atlet adalah prioritas utama. Karena itu, stadion harus dilengkapi dengan:
- Jalur evakuasi dan pintu darurat yang mudah dijangkau.
- Sistem pemadam kebakaran, seperti sprinkler otomatis.
- CCTV di berbagai titik untuk memantau keamanan.
- Material interior tahan api.
Baca Juga: Kontraktor Lapangan Olahraga Terbaik: Desain, Material, dan Finishing Berkualitas
Estimasi Biaya Pembangunan Stadion Badminton

Biaya pembangunan stadion badminton bervariasi, tergantung kapasitas dan material yang dipakai. Beberapa jenis lapangan yang membedakan harga:
- Lapangan badminton standar indoor
- Stadion kapasitas menengah (500 – 1.500 kursi):
- Stadion kapasitas besar (2.000 – 5.000 kursi)
Komponen biaya mencakup:
- Pekerjaan sipil (pondasi, struktur utama, finishing).
- Lantai lapangan dengan material sport standar.
- Atap baja bentang lebar.
- Instalasi listrik & HVAC.
- Kursi tribun dan fasilitas pendukung.
Keuntungan Menggunakan Kontraktor Profesiona
Menggunakan jasa kontraktor spesialis lapangan olahraga memberikan banyak keuntungan, antara lain:
- Desain dan perhitungan sesuai standar BWF.
- Pemilihan material tepat guna dan hemat biaya jangka panjang.
- Timeline pengerjaan lebih terkontrol.
- Garansi hasil pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Kesimpulan
Membangun stadion badminton bukan sekadar proyek sipil biasa. Ada banyak detail teknis yang harus dipenuhi, mulai dari ukuran lapangan, struktur atap, lantai khusus olahraga, hingga sistem pencahayaan.
Stadion yang dibangun dengan standar tepat tidak hanya nyaman untuk pemain, tetapi juga menciptakan pengalaman terbaik bagi penonton. Dengan perencanaan matang serta kontraktor berpengalaman, stadion badminton dapat menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Bangun Stadion Badminton Anda!

Ingin membangun stadion badminton dengan standar internasional? Percayakan pada Bangun Lapangan, kontraktor spesialis lapangan olahraga yang berpengalaman dalam konstruksi sipil dan arsitektur olahraga.
👉 Kunjungi website: https://bangunlapangan.com
👉 Konsultasi via WhatsApp: 082140299663


