Metode pelaksanaan pekerjaan pemasangan geotekstil untuk separator, filtrasi, dan stabilisasi tanah menjadi hal penting dalam pembangunan lapangan saat ini. Lapisan geotextile lapangan olahraga sendiri berperan untuk menjaga struktur tanah tetap stabil melalui prosedur terukur dan secara sistematis. Lantas, apa jenisnya? Simak artikel berikut!
Pentingnya Geotextile untuk Lapangan Olahraga
Lapisan geotextile lapangan sangat krusial dalam pembangunan lapangan olahraga outdoor. Di banyak proyek lapangan seperti sepak bola, basket, futsal, hingga jogging track, tantangannya pun kurang lebih sama. Contohnya adalah genangan air, permukaan berubah bentuk, dan kerusakan struktur tanah akibat beban pemakaian.
Lapisan ini sendiri bekerja langsung di bawah permukaan, berinteraksi dengan tanah dasar, agregat, serta sistem drainase. Lalu, apa itu geotextile? Geotextile adalah material berupa lembaran sintetis berbasis serat polyester atau polypropylene yang dipasang di dalam tanah untuk mengatur interaksi antar lapisan.
Pada lapangan olahraga, penerapannya berfokus pada tanah yang stabil dan pengendalian air. Tanpa lapisan ini, tanah dasar mudah bercampur dengan agregat, sehingga daya dukung lapangan menurun dan perawatan menjadi lebih sering.
Bagi instansi pemerintah, pengelola GOR, maupun kontraktor, lapisan geotextile akan membantu menjaga kualitas lapangan agar tetap layak pakai dalam jangka panjang. Permukaan lapangan menjadi lebih konsisten, risiko becek saat hujan menurun, dan struktur tanah di bawahnya bekerja lebih terkontrol sesuai fungsi desain.
Jenis-Jenis Geotextile untuk Lapangan Olahraga

Source: Wikimedia – Van2023
Berikut beberapa jenis geotextile yang bisa digunakan dan umum untuk lapangan olahraga.
1. Geotextile Woven
Lapisan geotextile lapangan jenis woven berasal dari serat sintetis yang dianyam atau ditenun membentuk lembaran dengan kekuatan tarik tinggi. Struktur anyaman ini menghasilkan pori-pori yang relatif rapat, sehingga material mampu menahan beban besar dari aktivitas olahraga maupun peralatan perawatan lapangan.
Dalam pembangunan lapangan sepak bola, basket outdoor, atau area olahraga dengan intensitas pemakaian tinggi, woven geotextile sering dipilih sebagai lapisan perkuatan tanah dasar. Lembaran ini menyalurkan beban secara merata ke seluruh permukaan tanah, sehingga potensi penurunan setempat dapat ditekan.
Karakter ini relevan pada lokasi dengan tanah lunak, lahan bekas rawa, atau area dengan kontur yang mudah berubah.
2. Geotextile Non Woven
Lapisan geotextile non woven diproduksi melalui proses termal, kimia, atau mekanis tanpa anyaman. Bentuknya menyerupai karpet dengan sifat permeable, sehingga air dapat melewati lapisan ini dengan baik. Pada lapangan olahraga, jenis ini banyak dipakai untuk kebutuhan filtrasi dan drainase bawah permukaan.
Non woven geotextile berperan sebagai pemisah antara tanah dasar dan lapisan agregat agar tidak saling bercampur. Pada sistem drainase lapangan sepak bola, material ini membungkus pipa berlubang (geopipe) untuk menyaring partikel tanah sekaligus menjaga aliran air tetap lancar.
Aplikasi ini cocok pada lapangan futsal outdoor, jogging track, dan lapangan sekolah yang membutuhkan pengeringan cepat setelah hujan.
Penerapan Geotextile dalam Lapangan Olahraga
Lapisan geotextile lapangan diterapkan secara berbeda tergantung jenis olahraga dan kondisi lokasi. Pada lapangan sepak bola, fokus utama terletak pada sistem drainase bawah. Geotextile non woven dipasang bersama geopipe untuk mengalirkan air hujan dari area bermain, sehingga lapangan tetap kering dan aman digunakan.
Di lapangan futsal outdoor atau basket sekolah, woven geotextile sering ditempatkan di atas tanah dasar sebagai lapisan perkuatan. Lapisan ini menjaga struktur pondasi agar tidak mudah bergeser akibat beban dinamis pemain.
Pada beberapa proyek, kontraktor profesional mengombinasikan geotextile dengan agregat halus guna menciptakan permukaan konstruksi lapangan olahraga yang lebih stabil dan rata.
Lalu, untuk lapangan golf, terutama area bunker, geotextile berfungsi sebagai pemisah antara pasir dan tanah dasar. Selain itu, material ini berperan dalam drainase dan penahan erosi akibat aliran air hujan dari permukaan. Penerapan seperti ini akan menjaga bunker tetap dalam kondisi kering dan bentuknya terkontrol.
Jika dilihat dari sudut pandang fungsi geotextile dalam pembangunan lapangan olahraga, material ini berkontribusi pada stabilitas tanah, pengaturan aliran air, serta perlindungan struktur lapangan dari kerusakan dini.
Tahapan Pemasangan Geotextile pada Lapangan Olahraga

Source: Freepik – William Luque
Berikut adalah tahapan tahapan dalam memasang geotextile untuk lapangan olahraga.
1. Penyiapan Tanah Dasar
Pada tahap awal, lapisan geotextile lapangan memerlukan kondisi tanah dasar yang siap menerima material. Pekerja lapangan akan menebang pohon dan tunggul hingga rata dengan permukaan tanah tanpa mencabut akar secara menyeluruh.
Vegetasi penutup seperti rumput dan alang-alang tetap dibiarkan pada beberapa bagian untuk menjaga stabilitas alami tanah. Jika permukaan tanah menunjukkan gelombang akibat sisa penebangan atau gundukan, tim proyek menyiapkan lantai kerja sebagai dasar penempatan geotextile.
Tahap ini menentukan kualitas pemasangan selanjutnya karena geotextile bekerja langsung mengikuti kontur tanah dasar.
2. Penyambungan Geotextile
Pada tahap ini, lapisan geotextile digelar dengan arah gulungan tegak lurus terhadap arah memanjang timbunan. Pekerja membuka gulungan secara hati-hati tanpa menyeret material agar struktur serat tetap terjaga. Setiap sambungan dijahit atau dijepit sesuai kebutuhan proyek dan diperiksa satu per satu.
Tim lapangan akan merentangkan geotextile secara manual untuk menghindari kerutan atau lipatan. Demi menahan lembaran dari hembusan angin, pekerja meletakkan pemberat seperti kantung pasir atau ban bekas di beberapa titik.
Jika ditemukan sobekan atau lubang kecil, perbaikan dilakukan dengan metode penambalan sebelum proses penimbunan dimulai.
3. Penimbunan, Penghamparan, dan Pemadatan
Setelah lapisan geotextile lapangan terpasang dengan rapi, material timbunan dituang di bagian ujung untuk membentuk kaki timbunan sekaligus jalur akses alat. Penghamparan material dilakukan secara sejajar dan simetris terhadap alinyemen memanjang.
Hal tersebut akan dimulai dari tepi menuju tengah hingga membentuk lengkungan menyerupai huruf U. Pada lapisan pertama, alat konstruksi bergerak lurus tanpa berbelok untuk menghindari tekanan berlebih pada satu titik.
Pemadatan awal dilakukan dengan metode tracking menggunakan alat berat seperti buldozer atau loader. Setelah tinggi timbunan mencapai sekitar 0,6 meter di atas tanah asli, pemadatan lapisan berikutnya dapat menggunakan pemadat roda besi bergetar sesuai kondisi material timbunan.
Baca Juga: Mau Bangun Lapangan Olahraga? Kenali Perkuatan Tanah Geosintetik untuk Lapangan Modern
Ingin Gunakan Lapisan Geotextile Lapangan?
Kesimpulannya, lapisan geotextile lapangan membentuk sistem dasar yang menentukan kualitas dan daya tahan lapangan olahraga. Penerapan yang tepat memberi arah jelas bagi pengelola dan pemilik fasilitas untuk menciptakan lapangan yang siap digunakan secara optimal dan berkelanjutan.
Di sinilah Bangunlapangan.com hadir untuk Anda. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dan ribuan proyek terselesaikan, Bangun Lapangan merancang dan membangun lapangan olahraga dengan pendekatan yang matang, termasuk penerapan lapisan geotextile lapangan sesuai karakter tanah dan kebutuhan aktivitas.
Setiap proyek diawali perencanaan yang presisi, dikerjakan oleh tim profesional, serta berorientasi pada kualitas jangka panjang. Selain itu, Bangun Lapangan juga menghadirkan proses yang terukur, transparan, dan terpercaya.
Bagi Anda yang menginginkan lapangan olahraga berstandar tinggi, aman digunakan, dan bernilai investasi jangka panjang, hubungi kami segera sebagai mitra konstruksi yang layak Anda pilih. Ayo, lakukan kerja sama dengan Bangun Lapangan!


